KEBUTUHAN INDUSTRI PETERNAKAN Impor Jagung Mendesak

07 Februari 2020

Bisnis, JAKARTA — Peternak ayam petelur (layer) mendesak pemerintah segera merealisasikan impor jagung pipil kering seiring dengan makin meningkatnya harga dan minimnya pasokan komoditas tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi menyatakan harga jagung untuk pakan ternak telah melampaui Rp5.000/kilogram (kg).

Hal ini tecermin dari harga telur di tingkat peternak (on farm) yang telah menyentuh Rp20.000/kg—Rp21.000/kg di Pulau Jawa. Angka tersebut merupakan batas atas harga telur sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 96/2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

“Sudah lebih dari sebulan pemerintah melakukan rapat koordinasi antartiga kementerian. Kami usulkan impor 200.000 ton jagung, tetapi tak kunjung direalisasikan,” kata Musbar, Kamis (6/2).

Bagaimanapun, Musbar menilai pemerintah terlambat mengambil tindakan. Sekalipun impor jagung pakan direalisasikan dalam waktu dekat, kedatangannya bakal bertepatan dengan masa panen jagung di dalam negeri.

“Kami sudah usulkan sejak akhir tahun lalu untuk stabilitas harga selama Januari dan Februari karena pasokan jagung mulai berkurang, sedangkan panen diperkirakan mundur sekitar Maret—April.”

Sementara itu, saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Rabu (5/2), Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso mengemukakan keputusan impor jagung pakan ternak masih menunggu data rill yang menunjukkan angka kebutuhan di lapangan.

Dia menyatakan Kemenko Perekonomian telah menerima usulan volume impor jagung pakan sebanyak 200.000 ton dari kalangan peternak, tetapi penghitungan yang tepat masih dilakukan untuk memastikan pengadaan luar negeri tak mengganggu harga jagung di petani jelang masa panen.

“Memang ada usulan impor 200.000 ton, tetapi kita tidak bisa langsung . Harus ada data kebutuhan riilnya, sehingga impor sesuai keperluan dalam negeri. Kalau kelebihan akan berdampak buruk ke petani jagung,” kata Buwas.

Lebih lanjut, Budi menyatakan volume impor jagung pakan akan diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas selanjutnya, yakni ketika data potensi produksi dalam negeri dan kebutuhan telah diperoleh.

Adapun, menurut data Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, potensi ketersediaan jagung pipil kering dengan kadar air 15% selama periode Januari—Maret 2020 berada di angka 8,06 juta ton. (Iim F. Timorria)

Sumber : https://koran.bisnis.com/read/20200207/448/1198359/kebutuhan-industri-peternakan-impor-jagung-mendesak

Exhibition Hours

Wed, 23 June 2021
10.00am - 06.00pm

Thu, 24 June 2021
10.00am - 06.00pm

Fri, 25 June 2021
10.00am - 05.30pm

Official Legal Partner

Contact us

PT Napindo Media Ashatama
Tel: +6221 8650962, 8644756 8644785
Fax: +6221 8650963
Email: info@indolivestock.com

© 2021 Indo Agritech Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama

Indonesia's No.1 Agriculture Technology Event - Indo Agritech Expo & Forum | Jakarta Convention Center, Jakarta, Indonesia | 23 - 25 June 2021 |  Pameran Teknologi Pertanian Indonesia