Smart Farming 4.0, Masa Depan Pertanian Indonesia

19 September 2019

REPUBLIKA.CO.ID, SITUBONDO -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) meluncurkan Smart Farming 4.0 di Desa Battal, Kecamatan Panji, Situbondo, Jawa Timur. Ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September.

Smart Farming 4.0 merupakan metode pertanian cerdas berbasis teknologi. Teknologi yang digunakan dalam Smart Farming 4.0 di antaranya Agri Drone Sprayer (Drone penyemprot pestisida dan pupuk cair), Drone Surveillance (Drone untuk pemetaan lahan) serta Soil and Weather Sensor (Sensor tanah dan cuaca).

Teknologi karya anak bangsa ini merupakan hasil produksi RiTx, unit bisnis PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB), sebuah perusahaan teknologi agrikultur dari Yogyakarta. Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, penerapan teknologi di sektor pertanian mampu meningkatkan potensi daerah.

“Teknologi seperti ini sangat perlu untuk pertanian di Indonesia. Agriculture bisa jadi agri-cool-ture dan menarik minat anak muda untuk bertani. Potensi daerah pun bisa meningkat,” ujarnya.

Penerapan metode Smart Farming 4.0 bukan sekadar tentang penerapan teknologi. Namun, kunci utama Smart Farming 4.0 adalah tentang data yang terukur. Apa saja yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai hasil produksi yang optimal? Apa yang harus dilakukan petani? Semua pertanyaan ini bisa dijawab dengan penerapan metode Smart Farming 4.0.

Agri Drone Sprayer misalnya, digunakan untuk menyemprot pestisida serta pupuk cair dengan lebih presisi. Pemberian pupuk dan pestisida secara berlebih pun bisa dihindari. Tak hanya itu, didukung dengan penggunaan Drone Surveillance, pemetaan lahan juga bisa dilakukan. Dari hasil pemetaan, petani bisa mengetahui kondisi tanaman di lahan mereka.

Keberadaan sensor tanah dan cuaca yang terpasang di lahan pertanian, juga akan membantu petani dalam memantau kondisi tanaman. Data yang dapat diperoleh dari sensor ini diantaranya seperti kelembapan udara dan tanah, suhu, pH tanah, kadar air, hingga estimasi masa panen.

Terintegrasi dengan aplikasi berbasis android RiTx, peringatan dini akan diterima petani jika terjadi anomali terhadap kondisi lahan mereka. Tak hanya itu, petani juga akan mendapatkan rekomendasi, demi mencegah terjadinya kerusakan terhadap lahan dan tanaman.

Sumber: https://republika.co.id/berita/ekonomi/desa-bangkit/18/09/19/pfah1y368-smart-farming-40-masa-depan-pertanian-indonesia

Exhibition Hours

Wed, 23 June 2021
10.00am - 06.00pm

Thu, 24 June 2021
10.00am - 06.00pm

Fri, 25 June 2021
10.00am - 05.30pm

Official Legal Partner

Contact us

PT Napindo Media Ashatama
Tel: +6221 8650962, 8644756 8644785
Fax: +6221 8650963
Email: info@indolivestock.com

© 2021 Indo Agritech Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama

Indonesia's No.1 Agriculture Technology Event - Indo Agritech Expo & Forum | Jakarta Convention Center, Jakarta, Indonesia | 23 - 25 June 2021 |  Pameran Teknologi Pertanian Indonesia