Akselerasi Agribisnis 4.0

03 Desember 2020

Jakarta - Krisis pangan telah menjadi isu yang melanda seluruh dunia sejak 50 tahun yang lalu. Sampai hari ini sekitar 800 juta orang di berbagai belahan dunia masih menderita kelaparan. Laporan World Government Summit terakhir menyebutkan, pada 2050, dunia perlu memproduksi 70 persen lebih banyak pangan dari jumlah yang sudah tersedia saat ini. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat harus diiringi dengan jumlah ketersediaan pangan yang memadai.

Suatu penelitian yang dilakukan oleh Virginia Tech's College of Agriculture and Life Sciences pada 2019 mencatat rata-rata angka produktivitas pertanian dunia masih sangat rendah yaitu 1,63 persen tiap tahunnya. Menyikapi hal tersebut, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendorong seluruh negara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama untuk negara-negara berpenghasilan rendah yang rentan terhadap kerawanan pangan, malnutrisi, dan kemiskinan.

Petani di Daerah Tertinggal Terapkan Smart Farming

21 Oktober 2019

Merdeka.com - Pertanian salah satu sektor penting dalam membangun ketahanan pangan memerlukan dukungan teknologi untuk memaksimalkan hasilnya. Daerah tertinggal yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani mulai memanfaatkan teknologi.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Samsul Widodo mengungkapkan, konsep Smart Farming secara sederhana bisa diartikan sebagai precision agriculture atau bertani yang tepat. Karena dapat mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan dari setiap tanaman.

Didukung Teknologi, BNI Ajak Petani Terapkan Smart Farming

CNBC Indonesia, 09 October 2019
 
Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mendorong pertanian menerapkan smart farming, melalui Gerakan Menyongsong Pertanian 4.0. Hal ini diharapkan bisa mempersiapkan petani untuk masa tanam Oktober - Maret 2019-2020, dengan bantuan pemanfaatan teknologi digital.

Direktur Bisnis UMKM dan Jaringan BNI Tambok P Setyawati mengatakan, gerakan tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam penerapan pertanian 4.0 melalui mekanisasi dan digitalisasi untuk peningkatan produksi dan kesejahteraan rakyat.

Modernisasi Pertanian - Smart Farming Precision Agriculture 4.0

20 Januari 2020

Perkembangan industri di Indonesia memasuki tahap baru, semua industri berlomba-lomba menggunakan teknologi yang menjadi ciri khas dari revolusi industri tersebut. Untuk lebih mudah memahami Revolusi Industri 4.0 ini, kunci utamanya yaitu berbasis jaringan internet. Jaringan internet ini akan terintegrasi atau terhubung dengan mesin atau perangkat, karena menggunakan jaringan internet sebagai penghubung maka secara otomatis untuk mengoperasikan mesin atau perangkat tersebut dapat dilakukan secara jarak jauh.

Revolusi 4.0 pada bidang pertanian menerapkan metode "Smart Farming Precision Agriculture" yang secara garis besar metode ini terbagi menjadi 2 garis besar yaitu smart farming dan precision agriculture

Startup Smart Farming Indonesia Dapat Penghargaan dari Jerman

1 Juli 2020

TEMPO.CO, JakartaStartup MSMB (PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa) dari Indonesia mendapat penghargaan Hermes Startup Award 2020 dari pameran teknologi Hannover Messe 2020 di Jerman. Pameran teknologi tahunan itu rencananya digelar 20-24 April 2020, dan Indonesia melalui Kementerian Perindustrian menjadi official country partner, namun batal karena pandemi Covid-19.

Gantinya, acara penyerahan penghargaan rencananya akan dilakukan daring pada 14 Juli 2020. Dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo.co, acara penyerahan penghargaan akan bertajuk 'Hannover Messe 2020 Digital Days'. MSMB yang berada di bawah payung UMG Idealab disebutkan terpilih dari antara nominasi yang mensyaratkan teknologi inovatif dan memberikan solusi, dengan usia perusahaan maksimal lima tahun.

Penyaluran KUR Capai Rp61,09 Triliun hingga April, Sektor Produktif Jadi Sasaran

19 Juni 2020

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang Januari hingga April 2020, Pemerintah telah melakukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp61,09 triliun atau 32,15 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp190 triliun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan sektor pertanian dan pengolahan serta perikanan mengalami kenaikan penyaluran yang lumayan, sedangkan perdagangan menurun dibandingkan tahun lalu.

Page 1 of 4

Exhibition Hours

Wed, 23 June 2021
10.00am - 06.00pm

Thu, 24 June 2021
10.00am - 06.00pm

Fri, 25 June 2021
10.00am - 05.30pm

Official Legal Partner

Contact us

PT Napindo Media Ashatama
Tel: +6221 8650962, 8644756 8644785
Fax: +6221 8650963
Email: info@indolivestock.com

© 2021 Indo Agritech Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama

Indonesia's No.1 Agriculture Technology Event - Indo Agritech Expo & Forum | Jakarta Convention Center, Jakarta, Indonesia | 23 - 25 June 2021 |  Pameran Teknologi Pertanian Indonesia